Selasa, 30 Desember 2014

Hati-Hati, Kanker Payudara Juga Bisa Dipicu Oleh Kolesterol Tinggi


Bagi yang kebetulan memiliki kadar kolesterol yang tinggi, sebaiknya agar lebih berhati-hati. Sebab selain bisa menimbulkan keluhan dan beberapa penyakit yang telah umum dketahui selama ini, kadar kolesterol yang tinggi ternyata juga dapat memicu timbulnya kanker payudara

Kesimpulan ini dinyatakan oleh para peneliti setelah melakukan sebuah riset. 
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science. 
Dalam penelitian tersebut juga menjelaskan bagaimana masalah kelebihan berat badan atau obesitas bisa menjadi faktor resiko terbesar pada timbulnya penyakit ini. 

Selama ini masalah kelebihan berat badan atau obesitas memang sering dikaitkan dengan ( sebagai pemicu ) berbagai jenis penyakit kanker. Termasuk kanker usus, kanker rahim dan kanker payudara. 
Hal ini disebabkan adanya timbunan lemak ( yang berlebih ) pada orang-orang yang mengalami masalah berat badan ( gemuk ) dapat memompa berbagai jenis hormon, termasuk hormon estrogen, yang ditengarai bisa menjadi pemicu pertumbuhan penyakit kanker

Dalam riset tersebut juga diteliti tentang penggunaan obat-obatan yang rendah kolesterol yang disebut sebagai Statin
Hasilnya, obat Statin dianggap dapat meningkatkan harapan penggunaan obat-obatan yang rendah kolesterol untuk mencegah kanker

Meskipun badan amal kanker menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyarankan para wanita untuk mengkonsumsi obat rendah kolesterol, Statin sebagai salah upaya pencegahan kanker payudara, namun ada sebuah riset dari Pusat Kesehatan Universitas Duke, di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa kolesterol memiliki efek yang serupa. 
Menurut para ahli, jika ditinjau dari mekanismenya dalam tubuh, Kolesterol akan dipecah menjadi apa yang dinamakan 27HC, yang dapat meniru hormon estrogen dan menghasilkan efek yang sama dengan hormon dalam sejumlah jaringan. 

Dan dari percobaan yang telah dilakukan terhadap hewan tikus, menunjukkan bahwa perlakuan diet tinggi lemak, akan meningkatkan level 27HC dalam darah, dan pada akhirnya dapat memicu timbulnya tumor 30% lebih besar dibandingkan dengan tikus yang diperlakukan dengan diet normal. 
Tumor ini kemungkinan akan menyebar. 
Dan jaringan kanker payudara pada manusia ternyata bisa berkembang lebih cepat dalam uji laboratorium ketika ditambahkan dengan 27HC. 

Menurut salah seorang peneliti ahli, Prof Donald McDonnell mengatakan: 
"Banyak penelitian yang menunjukkan adanya keterkaitan antara obesitas dan kanker payudara, dan secara khusus kolesterol tinggi dikaitkan dengan risiko kanker payudara, tetapi tidak ada mekanisme yang dapat diidentifikasi. "
Apa yang kita telah kita temukan adalah molekul - bukan kolesterol itu sendiri, tetapi sebuah metabolisme kolesterol yang berlebihan - disebut 27HC yang meniru hormon estrogen dan dapat memicu terjadinya kanker payudara." 

Atas temuan tersebut, para peneliti menyatakan bahwa hal ini akan bisa meningkatkan harapan, bahwa dengan mengurangi kadar kolesterol dalam darah akan dapat menurunkan resiko pertumbuhan kanker payudara. 
Obat Statins sendiri sebenarnya telah dikonsumsi oleh jutaan orang untuk mengurangi resiko serangan penyakit jantung. Dan atas temuan tersebut juga berhasil menunjukkan bahwa obat Statins ternyata dapat juga digunakan untuk mengurangi resiko kanker payudara

Lihat juga : 

Senin, 29 Desember 2014

Inilah Wanita Yang Pertama Kali Melakukan Operasi Pembesaran Payudara Di Dunia


Saat ini, tidak ada wanita yang tidak mengenal istilah operasi pembesaran payudara. Meski pada awalnya, nama yang digunakan adalah operasi cangkok payudara
Namun karena operasi ini lebih cenderung kepada terapi kosmetik, maka istilah operasi pembesaran payudara dirasa lebih “enak” didengar. 
Dibanding dengan istilah operasi cangkok payudara yang terdengar “mengerikan”. 

Begitu populernya operasi ini - seandainya dilakukan survey, atau satu persatu wanita ditanya, dengan catatan bahwa kondisinya memang sangat memungkinkan, operasi gratis misalnya - mayoritas kaum wanita mungkin akan mau melakukannya.

Dan hal ini tidak jauh-jauh dari data.
Sebab menurut catatan yang ada, sampai saat ini operasi pembesaran payudara merupakan operasi kosmetik paling populer kedua di dunia setelah operasi penyedotan lemak. Pada tahun 2010 saja, tercatat sudah ada sebanyak 1,5 juta wanita yang melakukannya.
Berdasarkan catatan itu pula, operasi pembesaran payudara sudah dilakukan oleh berbagai kalangan wanita. Mulai dari kalangan artis, pebisnis sampai ibu rumah tangga.
Sepertinya, hampir semua wanita akan merasa senang ( dan bangga ) jika bagian depan dadanya terlihat begitu “menantang”.

Tetapi tahukah anda, siapakah wanita yang pertama kali melakukan operasi pembesaran payudara di dunia ?

Jika dihitung-hitung dari sejarahnya, pada tahun ini, operasi pembesaran payudara sebenarnya telah “berumur” hampir selama 53 tahun. Sebab operasi pembesaran payudara yang pertama kali dilakukan di dunia jika dirunut ke belakang memang sudah selama itu.
Operasi pembesaran payudara yang pertama kali tepatnya dilakukan pada 29 Maret 1962.
Dan wanita yang pertama kali melakukan operasi pembesaran payudara (operasi cangkok payudara – waktu itu ) adalah Timmie Jean Lindsey.

Tammie Jean Lindsey sewaktu muda, dan saat ini

Lindsey menjalani operasi ini di rumah sakit Jefferson Davis di Houston, Texas. Dan dokter yang menangani operasi cangkok payudara yang pertama di dunia adalah dua orang dokter bedah yang ambisius, bernama Frank Gerow dan Thomas Cronin.

Uniknya, Timmie Jean Lindsey sendiri pada awalnya tidak berniat dan tidak sengaja melakukan Operasi Pembesaran Payudara ini.
Bahkan ia tidak mengerti betul apa Operasi Pembesaran Payudara itu. Awalnya Timmie Jean Lindsey pergi ke rumah sakit hanya berniat untuk menghapus tattoo yang ada di bagian tubuhnya.
Namun ketika disana, ia ditawari dokter, apakah ia bersedia menjadi sukarelawan untuk menjalani operasi cangkok payudara.
'Saya lebih ingin operasi penyempurnaan telinga saya yang sangat lebar. Dokter mengatakan akan juga mengoperasi telinga kalau saya mau jadi sukarelawan, ' kenang Lindsey, sebagaimana dikutip dari laman BBC.
Akhirnya Timmie Jean Lindsey mau melakukannya. Dan setelah operasi selama dua jam, payudara Lindsey menjadi membesar, dari ukuran mangkuk beha berukuran B menjadi ukuran C.

Uniknya lagi, setelah itu Lindsey belum juga menyadari dengan “bagian tubuh barunya” tersebut.
''Sewaktu pulang saya merasa berat di dada, seperti ada tambahan beban'', Lindsey mengenangnya, meski ingatannya sudah mulai agak kabur mengenai operasi itu.
''Saya tak mengerti betul bedanya dan baru sadar ketika banyak pria menggoda atau bersiul di jalan ketika saya berjalan,'' kenangnya lagi.

Setelah itu selama bertahun-tahun Timmie Jean Lindsey justru tidak pernah bercerita tentang operasi payudara yang dilakukannya.
Baru beberapa puluh tahun kemudian ia memberitahu beberapa teman dan keluarganya.
Dan sekarang, Timmie Jean Lindsey yang telah menjadi ibu dari enam anak itu masih merasa puas dengan hasil operasi payudaranya.

Meski pada akhirnya Lindey mengetahui bahwa payudara “cangkokan-nya” juga tidak abadi.
''Orang pikir payudara cangkokan akan tetap montok dan kencang. Tidak benar. Seperti payudara asli, menjadi lembek seiring waktu. Itu mengejutkanku. Saya pikir sebelumnya akan tetap kencang.''
Meski begitu ia tetap menyatakan kepuasannya.
Karena bagaimanapun ada satu catatan sejarah yang akan selamanya berada dalam tubuhnya.
''Rasanya agak luar biasa karena saya tahu bahwa sayalah orang pertama di dunia ini,'' katanya.

Lihat juga :
> Bila mendapati tanda yang seperti ini, artinya pernah melakukan operasi plastik

Minggu, 28 Desember 2014

Luar Biasa, Ilmuwan Temukan Obat Yang Bisa Merubah Otot Manusia Umur 60 Tahun Jadi 20 Tahun


Temuan ilmu kedokteran modern makin hari makin menakjubkan. Misalnya untuk menjawab pencarian panjang umat manusia tentang apa dan bagaimana rahasia awet muda, sebelumnya dikabarkan para ilmuwan telah berhasil menemukan mekanisme obat yang bisa menghambat proses penuaan. 
Bisa disimak di bawah ini : 

Namun karena pada dasarnya semua manusia ingin selalu tetap awet muda dan juga panjang umur, “obat awet muda” saja ternyata belum cukup. 
Sebab, bagaimana dengan orang-orang yang sudah terlanjur tua ? 
Karena itulah para ilmuwan kemudian bekerja keras lagi untuk menjawab pertanyaan dan tantangan ini. Sehingga pada akhirnya para ahli berhasil mendapatkan sebuah temuan yang tergolong sangat luar biasa. 

Sebagaimana dilansir dari laman BBC, para Ilmuan Amerika Serikat dikabarkan telah berhasil melakukan pembalikan penuaan pada hewan. 
Temuan yang luar biasa ini didapat setelah para ilmuwan melakukan riset pada tikus. 
Dalam melakukan riset ini, para ilmuwan menggunakan satu zat kimia untuk mengembalikan kesegaran dan kemudaan sel pada tikus. 

Pada tikus, perawatan selama satu minggu yang telah dilakukan para ilmuwan telah berhasil membalikkan tikus yang berumur dua tahun menjadi enam bulan. 
Itu artinya para ilmuwan berhasil dengan riset tersebut, dan mengatakan bahwa hal itu sama dengan mengubah otot manusia yang telah berumur 60 tahun menjadi otot seperti orang yang baru berumur 20 tahun. Hanya saja kekuatan otot dari otot yang diubah itu tidak bertambah. 

Atas temuan tersebut, para peneliti mengatakan sebagai "temuan itu sangat luar biasa." 
Sebab, selama ini proses penuaan masih dianggap sebagai sesuatu hal yang mutlak. 
Namun dengan adanya temuan tersebut, para ilmuan dari Harvard Medical School itu telah menunjukkan bahwa dalam beberapa aspek penuaan bisa dibalikkan. 

Dalam eksperimen yang dilakukan, menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kadar bahan kimia yang disebut dengan “NAD”, maka mahluk hidup bisa mendapatkan kembali kemudaan mereka. 
NAD sendiri jumlahnya akan terus menurun seiring dengan pertambahan usia. 

Dr Ana Gomes dari departemen genetika di Harvard Medical School mengatakan, 
"Kami yakin penemuan ini sangat penting." Sedangkan tentang kekurangan dari hasil riset ini yang tidak bisa mengembalikan kekuatan otot.
Dr. Gomes juga mengatakan bahwa kekuatan otot bisa dikembalikan dengan perawatan lainnya. 
Studi tentang identifikasi mekanisme terbaru penuaan dan bagaimana membalikkannya, yang dilakukan oleh para ilmuwan Amerika tersebut dipublikasikan di dalam jurnal Cell.

Inilah Penanganan Dini Pada Penderita HIV Yang Dianjurkan Peneliti


Pada saat ini, penyebaran dan penderita HIV sudah sangat begitu mengkhawatirkan. Tidak hanya menyerang orang-orang yang memiliki perilaku tidak sehat dan menyimpang, penyakit mematikan ini bahkan banyak menyerang pada ibu rumah tangga dan anak-anak.
Lihat juga : 

Yang lebih memprihatinkan lagi, penanganan pada kasus-kasus penderita HIV seringkali dilakukan secara terlambat. Dan pada terapi pengobatan yang dilakukan pun obat anti retroviral untuk pasien HIV hanya diberikan ketika sistem kekebalan tubuh mereka sudah melemah akibat infeksi. 
Akibatnya penderita penyakit ini semakin sulit disembuhkan. 
Padahal para peneliti menyakini bahwa penanganan pada penderita HIV sejak dini yang dilakukan dapat mengurangi penyebaran HIV. 
Pemberian obat kepada penderita HIV secepatnya setelah pasien positif didiagnosa akan menjadi masa depan pengobatan penyakit HIV ini. 

Pada sebuah percobaan, sebagaimana termuat pada New England Journal of Medicine, peneliti menunjukkan bahwa terapi yang dilakukan setahun setelah pasien diagnosa, akan membantu menjaga sistem kekebalan dan membuat virus dapat dipantau. 
Virus HIV tidak lagi menjadi 'vonis mati', ketika pasien bisa mendapatkan penanganan dan perawatan tepat dan pengobatannya.
Pada perawatan yang diberikan ketika sel CD 4, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan, turun dibawah 350 sel per milimeter kubik di dalam darah. 

Untuk menguji teori tersebut, sebuah studi oleh The Spartac melibatkan 366 pasien dari delapan negara di seluruh dunia. Beberapa pasien dicoba diberikan obat selama 12 minggu setelah mereka didiagnosa. 
Yang lainnya baru diberikan obat 48 minggu setelah didiagnosa. 
Dan kelompok ketiga tidak mengkonsumsi obat sampai sel CD 4 mereka mencapai level 350. 

Menurut pernyataan Prof Jonathan Weber, dari Imperial College London, mereka yang mendapatkan pengobatan setelah 48 pekan didiagnosa memiliki tingkat sel CD 4 dan lebih rendah terpapar virus. 
"Manfaat itu juga masih bertahan setelah anda menghentikan perawatan," kata Prof. Weber. Mempertahankan sistem kekebalan sangat penting untuk mencegah infeksi "oportunistik", seperti tuberculosis. Namun Prof Weber juga menyadari bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan seperti itu memang akan menjadi masalah, terutama di negara-negara miskin. 

Pakar lainnya dari Imperial, Dr Sarah Fidler, menekankan tentang manfaat dari mempertahankan level virus yang rendah. 
"Ini akan menjadi sangat penting dalam membantu mengurangi risiko penularan virus ke pasangan seksual," kata Dr Fidler. 
Sedangkan Dr Jimmy Whitworth, dari Wellcome Trust, yang menemukan studi ini, mengatakan:
" Penelitian ini untuk menambah bukti bahwa inisiasi dini perawatan HIV akan memberikan manfaat bagi individu untuk mencegah penyebaran penyakit dan dalam mengurangi infeksi ke pasangan mereka. "Pertanyaan yang muncul apakah rangkaian pengobatan pada tingkat yang lebih dini akan lebih bermanfaat ataukah perawatan dini dapat harus dilanjutkan seumur hidup."

Jumat, 26 Desember 2014

Mengapa Anak Dilarang Mengkonsumsi Minuman Berenergi ? Ini Rahasianya


Pada saat ini, minuman energi dengan berbagai merknya sudah begitu menjamur di pasaran dan dapat dengan mudah ditemukan. Mulai dari supermarket, pasar tradisional sampai di kios-kios pedagang kaki lima. Dengan mengeluarkan beberapa lembaran uang ribuan sebotol minuman energi sudah bisa didapatkan. Selama ini minuman energi memang ditujukan pada segmen orang dewasa. Dengan mengkonsumsi minuman energi ini, diklaim peminumnya akan memiki tenaga dan stamina yang luar biasa. 

Namun faktanya, anak-anak ternyata juga ikut mengkonsumsinya. 
Padahal anak-anak sebenarnya dilarang mengkonsumsi minuman energi ini. Termasuk dengan orang-orang yang memiliki kelainan jantung. 
Mengapa ? 

Ada sebuah riset yang dilakukan oleh Tim peneliti dari Universitas Bonn, Jerman tentang efek dan bahaya mengkonsumsi minuman berenergi ini. Dan hasil temuan dari riset ini disampaikan pada pertemuan tahunan Masyarakat Radiologi Amerika Utara. 
Hasil penelitian terbaru tersebut menyebutkan bahwa mengkonsumsi minuman energi yang mengandung kafein dapat mengubah cara kerja detak jantung. 

Pada penelitian yang dilakukan dengan mengidentifikasi jantung dari 17 orang yang telah mengkonsumsi minuman energi. Ke 17 orang tersebut diberi minuman energi yang mengandung 32mg per 100 ml kafein dan 400mg per 100 ml bahan kimia lain yaitu taurine. 
Hasilnya menunjukkan bahwa detak jantung dari orang-orang tersebut lebih kuat setelah menenggak minuman ini. 

Dr Jonas Dorner yang merupakan salah seorang peneliti mengatakan: 
 "Sampai sekarang, kami belum tahu persis apa efek minuman energi seperti ini terhadap fungsi jantung." Namun demikian, "Jumlah kafein di dalam minuman energi lebih tinggi tiga kali ketimbang minuman berkafein lainnya seperti kopi atau cola." 
Menurut Dorner lebih lanjut, banyak efek samping akibat mengkonsumsi kafein dengan asupan yang tingggi. "Termasuk detak jantung yang cepat, jantung berdebar, peningkatan tekanan darah dan, dalam kasus yang paling parah, kejang atau kematian mendadak. Mereka juga menunjukkan bahwa jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh, ke jantung bagian kiri, berdetak lebih kencang setelah orang menenggak minuman energi. 
Dorner menambahkan: "Kami telah menunjukkan mengkonsumsi minuman energi memiliki dampak jangka pendek pada detak jantung." "Kami tidak tahu persis bagaimana atau apakah kontraksi detak jantung ini berdampak pada kegiatan sehari-hari atau kinerja atletik." 

Karena itulah tim peneliti menyarankan agar anak-anak dan orang-orang memiliki detak jantung tidak teratur untuk menghindari minuman energi ini, yang dikemas dengan kafein Di Ingrris sendiri , Asosiasi minuman ringan Inggris telah mengatakan bahwa minuman energi merupakan minuman yang dilarang untuk dikonsumsi oleh anak-anak. 
Lihat juga : 

Kamis, 25 Desember 2014

Ahli Ungkap Bahaya Mengkonsumsi Daging Merah Yang Jarang Diketahui


Sebagaimana diajarkan dalam pelajaran sekolah ( dulu ), kita dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi daging. 
Sebab secara singkatnya, daging adalah salah satu bahan pangan yang termasuk dalam 4 sehat 5 sempurna. 
Sebab daging sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi perkembangan dan kesehatan tubuh. 

Namun menurut temuan para ahli yang terbaru, dalam kondisi dan batas tertentu, mengkonsumsi daging merah malah tidak dianjurkan, karena dianggap membahayakan. 

Ada sebuah riset di Amerika Serikat yang dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Harvard, Boston, tentang bahaya dari mengkonsumsi daging merah ini, sebagaimana yang tertulis dalam laporan penelitian yang dimuat pada British Medical Journal. 

Temuan terbaru tersebut didapatkan tim peneliti , saat mengkaji kesehatan 3.000 perempuan yang mengidap kanker payudara. 
Didapatkan bahwa wanita yang mengkonsumsi daging merah dalam jumlah banyak sejak usia muda amat mungkin terkena kanker payudara

bahaya mengkonsumsi daging merah

Laporan tersebut menyatakan : 
 “Konsumsi daging merah sejak usia muda amat mungkin menjadi faktor risiko kanker payudara. Sebaliknya, mengganti daging merah dengan kombinasi kacang-kacangan, unggas, dan ikan boleh jadi mengurangi risiko kanker payudara,” 
Namun demikian, sampai sat ini, temuan yang cukup mengejutkan tentang bahaya dari daging merah itu masih diragukan oleh sejumlah peneliti dari Inggris. 
Menurut seorang ahli epidemiologi dari Universitas Oxford, Profesor Tim Key, menyatakan bahwa keterkaitan antara mengkonsumsi daging merah dengan kanker payudara “cukup lemah” dan “tidak cukup kuat mengubah bukti masa lalu yang menemukan bahwa tiada kaitan antara keduanya.” 
Sedangkan Profesor Valerie Beral, direktur Pusat Epidemiologi di Universitas Oxford, menerangkan bahwa lusinan studi telah menyoroti keterkaitan risiko payudara dengan pola makan. 
“Bukti yang ada mengindikasikan konsumsi daging merah sedikit atau tidak berdampak pada kanker payudara,” kata Beral. 

Namun dari hasil penelitian yang pernah dilakukan beberapa waktu sebelumnya , dapat dibuktikan bahwa mengkonsumsi daging merah dalam jumlah banyak memang akan dapat meningkatkan resiko terkena kanker usus besar. 
Lihat juga : 

Minggu, 21 Desember 2014

Wajib Baca ! Wanita Muda Juga Bisa Terkena Kanker Payudara Tipe Tertentu


Sampai saat ini kanker payudara masih merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan dan paling mematikan bagi kaum wanita. 
Hanya saja, “ untungnya” penyakit kanker payudara ini pada umumnya didapati dan terjadi pada wanita yang telah melewati masa paruh baya dan memasuki usia menopause. 

Namun sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh para ahli medis dari Inggris membantah “kebiasaan” ini. Pada sebuah riset yang didanai oleh lembaga penelitian kanker di Inggris dan Wessex Cancer Trust, menemukan bahwa terdapat tipe kanker payudara tertentu pada pasien wanita yang berusia muda dapat kambuh dengan cepat setelah lima tahun. 
Dan hal ini tentu saja sangat kontras dengan apa yang biasanya terjadi pada kanker payudara. 

Menurut para peneliti, kurangnya dalam uji klinis pada pasien kanker payudara yang berusia muda diklaim menjadi penyebab masalah kelangsungan hidup mereka dalam jangka panjang. 
Dalam riset tersebut para peneliti telah menganalisa bahwa hampir sejumlah 3.000 wanita yang berumur di bawah 40 tahun di negara ini didiagnosis mengidap kanker payudara. 
Dan jumlah ini berarti 5% dari jumlah keseluruhan penderita kanker payudara di negara itu. 

uji kanker payudara

Dari data yang diterbitkan oleh Journal of National Cancer Institute tersebut menunjukkan bahwa angka pasien yang berhasil selamat dalam kurun waktu 5 tahun setelah diagnosa mencapai 85%. 
Namun dalam waktu delapan tahun, angka ini menjadi 68%. Selama ini diketahui kanker payudara pada umumnya didapati pada perempuan yang telah memasuki usia menopause. 

Kanker payudara ini biasanya dapat diobati dengan kemoterapi yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian obat, yaitu Tamoxifen selama lima tahun untuk memblokir reseptor ekstrogen. Para peneliti mengatakan bahwa mengkonsumsi tamoxifen dalam jangka panjang dapat membantu. 
Namun mereka tetap berpendapat bahwa pengujian kanker payudara ini perlu melibatkan lebih banyak perempuan muda. 

Menurut Profesor Dianna Eccles, yang bertindak sebagai ketua Tim Peneliti mengatakan: "Penelitian ini menambahkan bukti bahwa kanker payudara dapat bersifat sangat berbeda ketika didiagnosis pada perempuan yang lebih muda. Jenis kanker ini mungkin perlu pendekatan pengobatan yang berbeda." 

Sedangkan menurut, Kate Law, seorang direktur riset klinis dari lembaga Riset Kanker Inggris, mengatakan: "Secara umum kemungkinan hidup para perempuan yang didiagnosis kanker kini dua kali lebih besar dibandingkan mereka yang didiagnosis pada tahun 1970-an. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan para pasien dari kelompok umur yang lebih muda 

Lihat juga :